Imam mempunyai tiga arti
1. Orang yang mengimami sholat
2. Pemimpin pemerintahan
3. Orang yang berilmu. Tidak ada batas minimal kapan seorang itu bisa
disebut imam. Tapi sebutan itu merujuk kepada seberapa masyhur ulama'
tersebut di antara ulama'-ulama' yang lain.
Sedangkan kalimat "syeikh" mempunyai beberapa arti:
1. Ditilik dari segi bahasa, yang berarti orang yang umurnya sudah 60 tahun atau lebih.
2. Pemimpin sebuah kaum, walaupun umurnya masih tergolong muda.
3. Di Mesir, kata ini juga digunakan bagi orang yang belajar ilmu
syari'ah, walaupun dia masih kecil. Contoh: Orang yang hafidz al Qur'an.
Karena menghafal al Qur'an termasuk salah satu dari ilmu syari'ah.
Kalimat "faqih" disematkan bagi orang yang belajar suatu ilmu khusus
untuk mengetahui hukum amaliyah syar'iyyah yang diambil dari sumber
syari'at Islam. Sumber syari'at Islam terdiri dari al Qur'an, sunnah,
ijma' dan qiyas.
Dengan demikian faqih adalah orang yang bergelut dengan nash-nash untuk
memahaminya dan mengambil kesimpulan hukum syari'ah darinya, baik wajib,
sunnah, mubah, makruh ataupun haram.
Sedangkan "mufti" sebagaimana kalimat "faqih", tapi salah satu syarat
tambahan untuk seorang mufti adalah harus tau dan paham keadaan di
lingkungan sekitar. Karena salah satu tujuan adanya mufti adalah untuk
menjaga maqashid syari'ah, yaitu: Hifdzu nafsi (badan), aqli (akal),
diin (agama), karamah insan (kemuliaan manusia) dan milkuhu
(kepemilikannya).
Biasanya seorang faqih di Mesir dipilih oleh lembaga-lembaga keagamaan,
seperti: Universitas al Azhar, Majma' al Buhuts, Wizarah al Auqaf,
Wizarah 'Adl.
Sedangkan seorang mufti di Mesir dipilih langsung oleh Presiden. Dan
disyaratkan mempunyai derajat keilmuan yang tinggi dalam syari'ah,
mempunyai daya analisis yang tinggi berhubungan dengan keadaan sekitar,
mampu memberi fatwa, terkenal dengan 'adalah dsb.
Dan masih ada lagi istilah-istilah yang lain, seperti:
1. al Imam al Akbar disematkan kepada syeikh al Azhar.
2. Ma'ali al Wazir disematkan kepada Wazir al Auqaf.
3. Fadhilah al Ustadz al Duktur disematkan kepada Rais al Jami'ah.
4. Fadhilah al Mufti disematkan kepada Mufti Mesir.
Translate
Selasa, 09 Oktober 2018
Sabtu, 11 November 2017
Desa Dukuhbadag, Cibingbin, Kuningan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
| Dukuhbadag | |
|---|---|
| Desa | |
| Negara | |
| Provinsi | Jawa Barat |
| Kabupaten | Kuningan |
| Kecamatan | Cibingbin |
| Luas | - |
| Jumlah penduduk | - |
| Kepadatan | - |
SEJARAH
Dahulu kala pada waktu masa Kerajaan Mataram, disuatu tempat atau wilayah ada sebuah Padepokan yang penduduknya hanya beberapa penghuni saja. Di padepokan tersebut kehidupan masyarakatnya di pimpin oleh 2 (dua) tokoh saudara, yaiu :
1.Ki Buyut Wisa Merta
2.Ki Buyut Merta Wisa
Dua orang tokoh tersebut merupkan Pengembara yang berasal dari daerah Gunung Puteran (sekarang Capar). Padepokan artinya sebuah tempat yang dihuni manusia dengan segala kegiatannya. Sekarang tempat itu disebut Depok berada di sebelah barat Desa Dukuhbadag
Pada waktu itu wilayah Depok merupakan wilayah kurang subur dan selalu terkikis oleh aliran sungai/kali Cikaro, sehingga Padepokan mengalami pergeseran tempat, semakin ke utara, dan oleh sebab sering bergeser maka tempat tersebut sekarang dinamakan blok Keser.
Setelah dua tokoh sebagai pimpinan Padepokan yaitu Buyut Wisa Merta dan Buyut Merta Wisa meninggal kelompok masyarakat tersebut pindah ke sebuah lokasi yaitu bernama Golampit atau sering disebut Dukuh Turi (karena banyak pohon Turi). Di wilayah inilah pertumbuhan penduduk makin bertambah, dengan banyak pendatang dari daerah Pantura (Pantai Utara) yang konon kabarnya di daerah asalnya situasi keamanan sangat gawat. Sehubungan dengan pertambahan jumlah penduduk, pelebaran wilayah mulai merambah ke tempat yang lebih rata dan dianggap cukup sehat sehingga membentuk suatu perkampungan dengan nama CISAHAAT dan penyebutannya lama kelamaan berubah menjadi CISAAT, hal ini dikaitkan dengan aliran sungai Cikaro yang mengalir ke daerah tersebut yang setiap musim kemarau Sungai Cikaro benar-benar kering atau saat. Setelah membentuk perkampungan dengan jumlah warga makin bertambah diangkatlah seorang tokoh sakti menjadi pemimpin kampung Cisaat yang bernama MAYA KERTI.
Seiring dengan pertumbuhan kampung Cisaat, pada waktu itu terjadi pembagian daerah perbatasan yang dilakukan oleh Kerajaan Gebang yang ratunya bernama Ratu Aria Sutajaya Upas.
Kampung Cisaat merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Gebang, kemudian diangkatlah Maya Kerti sebagai Ngabeui, yaitu jabatan setaraf Kuwu yang mempunyai kewajiban menyetor upeti setiap tahun.
Selang beberapa tahun kemudian Maya Kerti jatuh sakit dan penyakitnya cukup berat yang berakibat tubuhnya cacat sehingga Maya Kerti mengubah namanya menjadi Maya Taruna (Bapak Maya yang penuh cacat). Dalam rangka menjalankan kewajibannya untuk memberikan upeti ke Ratu Gebang, Maya Kerti yang berubah nama menjadi Maya Taruna melaksanakannya secara langsung dikarenakan tidak boleh diwakilkan kepada orang lain. Sehingga ketika menghadap Ratu Gebang, Maya Kerti berangkat dengan menggunakan Tandu. Dari kejadian inilah Buyut Maya Kerti dijuluki oleh Gusti Sinuhun Aria Sutajaya Upas dengan julukan Ngabeui Tandu Maya, yang pengucapannya lama kelamaan berubah menjadi Tanu Maya (tercatat dalam sejarah sebgai Ngabeui Pertama Desa Dukuhbadag).
Perkembangan jumlah penduduk semakin bertambah dan penambahan perkampungan terjadi, apalagi dengan datangnya pendatang baru dari daerah Jawa Tengah yang terkenal dengan sebutan Buyut Jawa. Datang bersama rombongan Nini Gendel (sebutan karena rambutnya gendel/gimbal) dan tinggal membentuk perkampungan baru yang bernama kampung Maja (sampai sekarang tempat tersebut tidak berganti nama). Penambahan kampung berikutnya terjadi dengan adanya seorang pertapa terkenal bernama Aki Dukuh. Bersama pengikutnya ia membuat pondoknya disebelah utara Kiara Padung dan membuat perkampungan dengan nama Kampung Karangsari (sampai sekarangpun nama kampung tersebut tidak pernah berubah).
Proses kegiatan kehidupan masyarakat berjalan dengan baik sehingga perambahan demi perambahan dalam memperluas perkampungan kerap terjadi. Disebelah utara perkampungan Karangsari ada suatu pelataran yang cukup resik dan luas hal ini diakibatkan oleh endapan lumpur dan bebatuan yang terbawa arus sungai Cijangkelok. Hal tersebut membawa dampak dan daya tarik tersendiri bagi warga perkampungan untuk pindah dan menetap pada areal baru itu tersebut.
Diceritakan setelah perkampungan baru terbentuk, ada seorang petani tembakau yang cukup berhasil dan terkenal akan rasa dan aroma tembakaunya. Ada keunikan dalam mengolah hasil panennya, yaitu dalam memotong daun tembakau yang sudah dipanen. Dia memakai cara dipotong/diiris besar-besar (badag-badag), tidak seperti lazimnya petani yang lain memotong/mengiris dengan cara lembut atau tipis-tipis.
Saking terkenalnya orang tersebut maka irisan daun tembakau yang besar-besar membawa perkampungan tersebut dengan julukan Dukuhbadag.
Pertumbuhan penduduk sangat cepat mengalami penambahan dan perkampungan baru yang disebut Dukuhbadag sangat nyaman dan strategis sehingga timbul kesepakatan untuk memindahkan pusat pemerintahan dari kampung Cisaat ke kampung Dukuhbadag. Setelah Dukuhbadag menjadi pusat pemerintahan dikala itu, maka atas restu sinuhun Ratu Gebang diangkatlah seorang tokoh sakti menjadi pemimpin yaitu Ngabeui Brajadigiri.
TATA PEMERINTAHAN
Desa Dukuhbadag dipimpin oleh seorang Kuwu atau Kepala Desa| No | Nama Kepala Desa | Waktu Jabatan | Jumlah Tahun | Ket |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Buyut Tandu Maya | Th ……. s/d ….. | ? | ? |
| 2 | Ngabeui Brajadigiri | Th ……. s/d ….. | ? | ? |
| 3 | Buyut Argadiwangsa | Th ……. s/d ….. | ? | ? |
| 4 | Buyut Cadikrama | Th ……. s/d ….. | 3thn | ? |
| 5 | Buyut Argadiwangsa | Th ……. s/d ….. | ? | ? |
| 6 | Bapak Cakra Dimerta | 1842 s/d 1872 | 30thn | Kuwu Bintang |
| 7 | Bapak Wiradiwangsa | 1872 s/d 1886 | 14thn | |
| 8 | Bapak Sacadiprana | 1886 s/d 1898 | 12thn | |
| 9 | Bapak Sacawinata | 1898 s/d 1906 | 12thn | |
| 10 | Bapak Bangsa Dipa | 1906 s/d 1920 | 14thn | |
| 11 | Bapak Atma Disastra | 1902 s/d 1945 | 25thn | |
| 12 | Bapak Marga Disastra | 1945 s/d 1948 | 3.5thn | |
| 13 | Bapak Sastra Wijaya | 1949 s/d 1951 | 2.5thn | |
| 14 | Bapak Wangsa Disastra | 1951 s/d 1953 | 3thn | |
| 15 | Bapak Parta Disastra | 1954 s/d 1962 | 8thn | Kuwu Hormat |
| 16 | Bapak Tirta Praja | 1962 s/d 1970 | 8thn | |
| 17 | Bapak Praja | 1970 s/d 1973 | 2thn | |
| 18 | Ibu Unijah | 1973 s/d 1985 | 8thn | |
| 19 | Bapak H.Nursidik | 1985 s/d 2002 | 16thn | |
| 20 | Bapak E.Suhendriana.EK | 2002 s/d 2004 | 1.5thn | |
| 21 | Dedy Juhendi | 2004 s/d 2012 | 8thn | Kuwu Hormat |
| 22 | Kastum | 2012 s/d..... | ... | sekarang masih bertugas |
SENI DAN BUDAYA
1.SINTRENSintren adalah sebutan kepada peran utama dalam satu jenis kesenian. Tapi akhirnya sebutan itu menjadi satu nama jenis kesenian yang disebut sintren. Sintren asal kata sesantrian artinya meniru santri bermain lais, debus, rudat atau ubrug dengan menggunakan magic (ilmu ghaib). Seni sintren ternyata tidak hanya hidup di daerah Kabupaten Majalengka, Indramayu dan Cirebon. Tapi juga hidup di Desa Dukuhbadag, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan.
Menurut, Udin Sahrudin, tokoh sintren di Desa Dukuhbadag, munculnya seni sintren di Kuningan belum bisa dipastikan. Sebab sampai sekarang belum ada penelitian ilmiah, tetapi yang jelas sejak tahun 1930 sudah banyak warga Desa Dukuhbadag yang mengadakan pertunjukan seni sintren terutama pada acara pesta khitanan dan pernikahan.
“Dulu yang pertama kali menjadi pimpinan seni sintren di Desa Dukuhbadag yakni Ibu Warjiah, tetapi saya tidak tahu pasti dari mana awal perkembangan seni sintren itu,” kata Udin Sahrudin.
Berdasarkan cerita orang tua dulu, lanjut dia, sini sintren di Dukuhbadag dibawa oleh orang dari daerah lain yang sengaja untuk mencari nafkah yakni sebagai Kukurung. Kukurung merupakan bahasa dialek masyarakat Desa Dukuhbadag yang ditujukan kepada orang yang sedang memcari nafkah dengan cara menjual jasa memanen padi.
Dia menjelaskan, mereka (kukurung) diperkirakan datang dari daerah perbatasan Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan dengan Kecamatan Banjarharja Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Diantaranya saja Desa Cibendung, Cikakak, Karangjunti, Pande, Dukuhjeruk dan Desa Randegan. Ada pula yang datang dari daerah perbatasan Kabupaten Cirebon, diantaranya Desa Tonjong, Cilengkrang, Ciledug, pabuaran, Cikulak, Leuweunggajah dan desa lainnya.
Kukurung-kukurung itu datang bukan saja ke Desa Dukuhbadag, tetapi ke desa lain di Kecamatan Cibingbin antara lain Desa Bantarpanjang, Cisaat, Citenjo, Cibingbin, Desa Cibeureum dan Desa Tarikolot, bahkan sampai Desa Sukasari dan Tanjungkerta KecamatanKarangkancana. (Desa Cibeureum dan Desa Tarikolot, kini Kecamatan Cibeureum)
“Untuk melepas lelah, kukurung-kukurug itu mengadakan pertunjukan seni sintren, di halaman rumah warga tanpa mendapat upah dari pemilik punya rumah, kecuali jamuan alakadarnya,”imbuhnya.
Dikatakan, pertunjukan sintren tidak selamanya memerlukan panggung, mereka bermain di halaman rumah beralaskan tikar, para penabuh gamelan dan juru kawih sambil duduk, sedangkan sintren menari sambil berdiri lemah gemulai mengikuti irama irama gamelan.
“Konon kabarnya, anak yang sudah dijadikan sintren harus mengalami 21 kali pentas, lebih sempurna 40 kali pertunjukan. Hal ini dipercaya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bagi pribasdi sintrennya, terutama musibah. Setelah 40 hari biasanya rombongan seni tersebut mengadakan hajatan selamatan agar dijauhkan dari mara bahaya,” paparnya.
Daerah Penyebaran
a.Desa Bantar Panjang
b.Desa Cibeureum
c.Desa Cibingbin
d.Desa Cisaat
e.Desa Dukuhbadag
f.Desa Sukasari
g.Desa Tanjung Kerta
h.Desa Tarikolot
i.Kab. Brebes
j.Kab. Cirebon
k.Kab. Indramayu
l.Kab. Kuningan
m.Kab. Majalengka
Tokoh-Tokoh Sintren di Kec.Cibingbin
a.Warijah (Almh) di Desa Dukuhbadag tahun 1930.
b.Darpi (Almh) di Desa Cibingbin tahun 1935.
c.Jatmadi di Desa Cisaat tahun 1942.
d.Unti di Desa Dukuhbadag tahun 1944.
e.Waluh di Desa Dukuhbadag tahun 1973.
f.S.Subagyo di Desa Dukuhbadag tahun 1979.
2.GEMBYUNG
Sejarah dan perkembangan
Kesenian tradisional yang satu ini disebut seni Gembyung atau dikenal sebagai seni “Terbangan” yang bernafaskan islami. Pada setiap pementasan para pemain pendukung melantunkan shalawat-shalawat Nabi, Iramanya mirip kelompok paduan suara dengan intonasi yang teratur. Terkadang intonasinya tinggi lalu merendah. Begitulah seterusnya silih berganti. Dan tiba-tiba berhenti mendadak.
Gembyung merupakan jenis musik ensambel yang di dominasi oleh alat musik yang disebut waditra. Seni Gembyung merupakan salah satu kesenian peninggalan para wali di Cirebon, Namun tidak hanya di Cirebon kesenian gembyung juga Dilestarikan dan berkembang di kabupaten Kuningan sejak sekitar abad ke 15. Seni tersebut terdapat hampir di semua kecamatan yang ada di kabupaten Kuningan. Khususnya di kecamatan Cibingbin tepatnya di desa Dukuhbadag yang akan menjadi inti dalam pembahasan ini. Seni ini merupakan pengembangan dari kesenian Terbang yang hidup di lingkungan pesantren. Konon seperti halnya kesenian terbang, gembyung digunakan oleh para wali yang dalam hal ini Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga sebagai media untuk menyebarkan agama Islam. Kesenian Gembyung ini biasa dipertunjukkan pada upacara-upacara kegiatan Agama Islam seperti peringatan Maulid Nabi,dan Rajaban, namun tidak hanya dipentaskan di acara-acara keagamaan, kesenian gembyung ini juga banyak dipentaskan di kalangan masyarakat seperti ngaruat bumi, ngali taneuh, babarit, Khitanan, dan lain-lain.
Tokoh-tokoh gembyung
Orang-orang yang pertama kali membawakan kesenian gembyung di Desa Dukuhbadag,antara lain :
Ø Surlandi (alm)
Ø Kartawinata (alm)
Ø Tabjani (alm)
Dia-dia mulai membawakan kesenian gembyung di Dukuhbadag mulai pada tahun 1930-an. Dia membuat sendiri peralatan gembyung nya dan sampai saat ini alatnya masih ada, walaupun sudah tidak dapat di pergunakan lagi.
Menurut bapak D.U. Sahrudin, Saat itu bapak Kartawinata menginginkan bila dia meninggal,dia ingin diiringi oleh musik gembyung.
Dan orang-orang yang berjasa dalam mempertahankannya kesenian gembyung di Desa Dukuhbadag sekarang diantaranya adalah :
1.Toharip berusia (85th) dia Lahir di desa Dukuhbadag Kec. Cibingbin, sebagai pemain Terbang besar.
2.Johani berusia (85th) dia Lahir di desa Dukuhbadag Kec. Cibingbin, sebagai pembawa lagu Sekaligus memainkan Terbang besar.
3.Kustandi berusia (35th) dia Lahir di desa Dukuhbadag Kec. Cibingbin, sebagai pemain terbang kecil.
4.Yasna berusia (35th) dia Lahir di desa Dukuhbadag Kec. Cibingbin, sebagai pemain Gendang.
5.Andri berusia (35th) dia Lahir di desa Dukuhbadag Kec. Cibingbin, sebagai pemain Taju.
Musik gembyung
Peralatan gembyung Buhun sangatlah sederhana berbeda dengan gembyung modern, gembyung buhun memakai peralatan Diantaranya:
1. Terbang besar
2. Terbang kecil
3. Kendang (sebagai pengatur lagu)
4. Taju
5. Nuskah (buku kumpulan shalawat shalawat Nabi)
Alat penunjang pertunjukan
Sama halnya dengan kesenian yang lain kesenian gembyung juga memiliki perelatan-peralatan penunjang pertunjukan agar kesenian ini terlihat tidak membosankan juga terdengar menarik, alat penunjang pertunjukan diantaranya adalah :
1. Kecrek.
2. Pakaian muslim.
3. Kopyah hitam.
4. Sarung.
5. Serban.
6. Dll.
Bentuk pertunjukan
Pementasan seni gembyung dibagi dua tahap yaitu diawali pembukaan tanpa diiringi musik, dan tahap kedua diiringi tetabuhan seraya melantunkan salawat-salawat nabi. Syair-syair yang di bacakan antara lain, Assalam, Mussahri, A-salatu Allanabi dan ayat-ayat lainnya.
Pementasan seni gembyung terkadang bisa semalam suntuk, dengan menampilkan 20 jenis pupuh. Sementara pada acara khitanan anak fungsinya sebagai media hiburan seraya menunggu terbitnya matahari menjelang pelaksanaan acara khitanan.
Di Dukuhbadag sendiri, pementasan seni Gembyung biasanya di laksanakan pada :
1. Hajat Ngarupus
2. Maulid Nabi
3. Sunatan
4. Isra Mi’raj
5. Sedekah Bumi
6. Sesudah shalat Tarawih (biasanya pada malam 20 ke atas)
Menurut tokoh-tokoh yang ada di Dukuhbadag, shalat Tarawih bisa menjadi lebih khidmat bila setelahnya diadakan seni Gembyung.
Upaya pelestarian
Kehidupan seni gembyung sempat mengalami “Senin-Kemis” dan nyaris punah, kalau saja tidak ada pengkaderan atau generasi penerus yang mau menerima tongkat estafet, untuk menjaga dan memelihara seni gembyung peninggalan nenek moyang kita.
Dalam upaya ke arah itu, sudah sewajibnya pihak Depdiknas dan Disparbud Kabupaten Kuningan menaruh perhatian dan berusaha mengadakan peremejaan pemain, karena selama ini yang tampil pada kesenian gembyung umumnya adalah para manula (manusia lanjut usia).
Kalangan pemuda dan pelajar yang berminat di daerah pedesaan perlu diberi kesempatan mempelajari sekaligus menekuni seni Gembyung di bawah bimbingan para seniornya. Sebagai tindak lanjutnya perlu diadakan pembinaan secara terus-menerus dan terarah, dengan sasaran sampai kapan pun Kuningan memilki generasi penerus di bidang seni Gembyung.
Sementara itu, pihak Disparbud turut membantu mempromosikan baik lewat media elektronik, (Radio dan Televisi), media cetak (Koran, majalah, Buku, dll), ataupun melalui pertunjukkan langsung di beberapa tempat ( contohnya apresiasi seni di SMAN 3 Kuningan dalam rangka Smantika Anniversary).
Selain itu, upaya pelestarian seni Gembyung pernah di rintis oleh para pemuda Kuningan pada tahun 1996 melalui “ Festival seni Gembyung “ yang di gelar di gedung pendopo dalam rangkaian hari jadi Kuningan, di ikuti oleh sekitar 30 grup.
Festival seni Gembyung khususnya dan festival seni tradisional lainnya diharapkan bisa ditindak lanjuti dan di lembagakan sehingga menjadi agenda tahunan dalam kalender pariwisata.
Pada tahun 1930-an group-group seni gembyung di dukuhbadag, berjumlah 4 group. Tapi semakin berkembangnya zaman dan globalisasi, grup seni gembyung yang masih aktif di Dukuhbadag hanya tersisa 2 group saja.
Menurut keterangan tokoh seni di Dukuhbadag, saat ini di butuhkan kaderisasi atau pengkaderan terhadap anak anak muda, agar terciptanya regenerasi akan kesenian gembyung tersebut. Selain itu, juga di butuhkan perbaikkan Nuskah atau buku kumpulan shalawat shalawat Nabi, karena buku Nuskah yang sekarang kata-kata nya sudah kurang jelas atau kurang layak untuk di pakai lagi.
3.BELUK
4.WAYANG GOLEK
Sumber :
http://kuninganmedia.com/buka/baca/1287664203
http://exoseko.blogspot.com/2012/04/sintren.html?m=1
http://yusufardiyansyahblog.wordpress.com/2013/08/04/seni-gembyung-buhun-terbangan/
Sabtu, 12 Agustus 2017
TOKOH-TOKOH TERKENAL DALAM PERJALANAN SEJARAH KETURUNAN ARAB HADRAMAUT (Meluruskan Pemahaman Yang Salah Tentang Keturunan Arab Indonesia)
Tulisan ini ditujukan kepada mereka yang selama ini
mengalami kesalahan informasi dan persepsi terhadap keberadaan Arab
Keturunan di Indonesia..
Jika menghitung
berapa banyak tokoh-tokoh keturunan Arab yang pernah mewarnai perjalanan bangsa
ini, kami jamin anda akan tercengang karena begitu banyaknya mereka. Diaspora,
aktifitas dan sumbangsih mereka terhadap negeri ini sangatlah luar biasa. Hebatnya
lagi banyak diantara mereka yang berhasil meleburkan diri menjadi masyarakat
Indonesia, padahal sebagian besar mereka ini berasal dari keturunan Bani Quraisy
yang merupakan suku terhormat dan tertinggi dalam hal “stratifikasi sosial” di
lingkungan kehidupan orang Arab. Namun ketika mereka masuk ke Indonesia,
sebagian besar mereka ternyata banyak yang mampu berasimilasi dengan pribumi.
Sehingga tidak jarang banyak keturunan Arab yang sudah ratusan tahun menetap di
negeri ini sudah tidak lagi terlihat sebagai orang Arab dan banyak yang
mengganti namanya menjadi nama-nama pribumi. Adanya asimilasi ini jelas sangat
menguntungkan kehidupan sosial mereka. Sangat jarang terdengar jika orang Arab
itu mendapatkan intimidasi dari lingkungan sekitarnya terutama dari sisi
etnisnya. Jika dibandingkan dengan etnis China, justru orang Arab ini lebih
bisa diterima secara terbuka. Mungkin karena idiologinya yang sama dan mungkin
juga karena Arab memang dekat dihati Pribumi. Kami sendiri ketika mempelajari
keturunan-keturunan Arab yang ada di Indonesia terutama mereka yang berasal
dari Arab Yaman khususnya Hadramaut cukup dibuat terkaget-kaget ketika
mendapati bahwa banyak dari mereka yang eksis dalam berbagai bidang kehidupan,
mulai dari Ulama, artis, aktor, politikus, seniman, budayawan, musikus,
pebisnis, sejarawan, sosiolog, dokter,
olahragawan, akademisi, bahkan tokoh garis keras juga ada, dan masih banyak lagi profesi lainnya. Perlu diketahui Arab yang ada di Indonesia adalah Arab yang 98 %
berasal dari Yaman khususnya wialyah Hadramaut. Sejak dahulu wilayah Hadramaut
ini banyak menciptakan peradaban yang kemudian disebarkan ke berbagai dunia,
baik itu dari golongan Sayyid maupun golongan non Sayyid. Arab yang ada di
Indonesia adalah Arab yang unik dikarenakan menyebarnya mereka dalam segala
kehidupan, dapat kami katakan Arab Hadramaut yang ada di
Indonesia adalah Arab Warna Warni (Arab Pelangi). Dan rata-rata mereka itu
dalam pemahaman yang kami miliki, banyak yang merasa dirinya “enjoy” menjadi
orang Indonesia sejati. Tubuh dan darah mereka mungkin Arab tapi jiwa mereka
adalah Indonesia. Inilah salah satu kelebihan bangsa Arab terutama Bani
Quraish, di banyak tempat mereka itu
ternyata mampu membawa dirinya dengan baik.
Diantara
tokoh-tokoh keturunan Arab yang terdapat di Indonesia adalah sebagai berikut :
Diantara
tokoh-tokoh keturunan Arab yang terdapat di Indonesia adalah sebagai berikut :
- Golongan Ulama, Sultan Dan Pejuang
1. Maulana Malik
Ibrahim Azmatkhan Al Husaini, beberapa keturunannya banyak yang menjadi ulama
besar dan pejuang di Jawa dan Jayakarta/Jakarta.
2. Sunan Ampel
(Raden Ali Rahmatullah Azmatkhan Al-Husaini), salah satu keturunannya adalah KH
As’ad Syamsul Arifin, Tokoh Besar NU.
3. Sunan Giri
(Maulana Muhammad Ainul Yaqin Azmatkhan Al Husaini), Keturunannya yang merupakan ulama-ulama besar adalah :
- Syekh Ahmad Khotib Al Minangkabawi (Guru Besar Masjidil Haram)
- Syekh Yasin Al Padani, Musnid Fid Dunnia (pemegang sanad terbanyak)
- KH Ahmad Dahlan Pendiri Muhammadiyah Jogyakarta
Keturunannya yang ada di Palembang Sumatra Selatan menggunakan gelar KEMAS, MASAGUS,
yang diantaranya :
· Sunan Candi Walang/Pangeran
Ario Kusuma Abdurrahman Kemas Hindi (Pendiri Kesultanan Palembang Darussalam).
·
Sunan Kebon Gede, seorang alim,
adil dan bijaksana.
·
Sunan Lembang/Sultan Mahmud
Badaruddin Jayo Wikramo
·
Sultan Mahmud Baddaruddin II
·
Pangeran Penghulu Nata Agama
Akil
·
Pangeran Penghulu Nata Agama
Muhammad Akib
·
Pangeran Surya Kusuma Ali
Muhammad Arsyad
· Ki Marogan (Masagus Haji Abdul
Hamid, seorang yang setara dan mirip dengan Mbah Kholil Bangkalan)
·
Kemas Haji Abdullah Umar, Ulama
Besar Karismatik
·
Ki Kemas Haji Umar, Sufi Besar Palembang, Mursyid Thariqoh, Ulama yang karismatik
(kakek dari ahli sejarah Kemas Andi Syarifudin).
·
Kemas Hasan Umari Pahlawan
Perang 5 hari 5 malam
·
Ki Masagus Haji Husin Abu
Mansur, Ulama Karismatik
·
Kemas Muhammad Dahlan, Tokoh
Pendidikan Palembang (tokoh yang berbeda dengan KH Ahmad Dahlan Jogyakarta)
4. Sunan
Kalijaga (Raden Syahid Azmatkhan Al Husaini), keturunannya banyak yang menjadi
ulama besar di Jawa, Palembang.
5.
Sunan Gunung
Jati (Syarif Hidayatullah Azmatkhan Al Husaini), keturunannya banyak yang
memakai gelar Tubagus dan Ratu (wanita) Banten, Para Elang di Cirebon dan ulama
seperti:
·
Syekh Mansyuruddin Banten
·
Syekh Nawawi
bin Umar Al Bantani,
·
Abuya Dimyati
Banten
·
KH Abbas Buntet
6.
Sunan Kudus
(Sayyid Jakfar Shodiq Azmatkhan Al Husaini), keturunannya yang ada di Jawa dan Madura adalah sebagai berikut :
·
Mbah Kholil
Bangkalan Madura
·
Sayyid
Bahruddin Banyuwangi (ahli nasab Walisongo).
·
Jenderal Besar Sudirman.
Sedangkan Keturunan Sunan Kudus yang ada di Palembang menggunakan gelar KEMAS. Diantaranya adalah sebagai berikut :
·
Syekh Kemas Ahmad bin Abdullah
(Sufi, Ulama Besar dan Waliyullah).
·
Syekh Kemas Muhammad bin Ahmad
(ulama Sufi, Guru Kesultanan Palembang).
·
Syekh Kemas Muhammad Azhari bin
Abdullah (Sufi, penulis produktif).
·
Syekh Kemas Muhammad Said (ulama
pejuang yang Syahid).
·
Syekh Kemas Haji Muhammad
Azhari/Ki Pedatuan (ulama besar Karismatik).
·
Ki Kemas H.A Roni Azhari (Sufi
dan Ahli Pengobatan).
7. Sunan Muria
(Raden Umar Said Azmatkhan Al Husaini), keturunannya banyak yang menjadi
pembesar kerajaan dan ulama.
8. Sunan Derajat (Raden Syarifuddin Azmatkhan
Al-Husaini) banyak menurunkan ulama-ulama di Madura, Jawa Timur.
9.
Fattahillah
Azmatkhan Al-Husaini, keturunannya banyak yang menjadi ulama dan pejuang di
beberapa daerah seperti Jayakarta, Lampung, Palembang, Aceh. Beberapa
keturunannya yang terkenal adalah :
·
Guru Amin
Pejuang Jakarta
·
Raden Intan Pahlawan Lampung.
Di Palembang keturunan Fattahillah memakai gelar KIAGUS
yang diantaranya adalah :
·
Tuan Umar Baginda Saleh, Waliyullah, penyebar Islam di Sumatra Selatan
·
Datuk Muhammad Akib (Sufi,
Waliyullah)
·
Syekh Abdullah bin Makruf
(Penulis, Sufi, Khatib)
·
Kiagus H.A. Malik Imam
(penulis, Imam besar Masjid Palembang)
·
Kiagus Penghulu Muhammad Yusuf.
·
Hoofd Penghulu Kiagus Haji Nang
Tayyib
·
Kiagus Haji Abdul Hamid imam, (
Imam, Khotib, imam masjid Agung Palembang)
10.
Raden Fattah
(Sayyid Hasan Azmatkhan Al Husaini), Pendiri Kesultanan Demak Bintoro. Beberapa keturunannya
yang menjadi tokoh-tokoh besar adalah :
·
KH Kasan
Besari (Ulama Besar Karismatik)
·
HOS/Haji Oemar Said Cokroaminoto (Bapak Bangsa)
·
Bung Karno (Presiden RI)
· Kartosuwiryo (Tokoh MIlitan Islam
·
KH Raden Muhammad Adnan (Ahli
Tafsir dari Surakarta)
·
Pendekar
Pitung Jayakarta (Pejuang Jakarta)
·
Syekh Abdul
Ghoni Jayakarta (Sufi, Waliyullah dari Jakarta)
·
KH Ahmad
Syar’i Mertakusuma (penyusun kitab sejarah Jayakarta Al Fatawi).
·
Syekh Junaid Al Batawi, (Maha
Guru Ulama Mekkah)
·
Guru Mansur, (Ulama Ahli Falak
Dari Sawah Lio Jakarta Barat).
_ - Mbah Nurkarim Cibabat (Waliyullah)
- Mbah Jangkung Cibabat Cimahi (Waliyullah)
_ - Mbah Nurkarim Cibabat (Waliyullah)
- Mbah Jangkung Cibabat Cimahi (Waliyullah)
Keturunan beliau yang lain banyak
menyebar di Jawa Barat, Jakarta, Palembang, Madura, Jawa Tengah, Jawa
Timur. Di Jawa Barat banyak terdapat keturunanya menjadi Ajengan dan
Ulama di Garut, Tasikmalaya, Bandung dan mereka banyak yang memimpin
Pesantren, Sedangkan di Jakarta keturunannya banyak yang menjadi
Pejuang dan Ulama dan dahulu mempunyai gelar Ratu Bagus (hampir mirip
dengan gelar Tubagus).
11.
Jaka Tingkir (Sayyid
Abdurrahman Azmatkhan Al-Husaini), Diantara Keturunannya adalah
·
Syekh Mutamakkin,
·
Ronggo Warsito
·
KH Hasyim Asy’ari
·
KH Wahid Hasyim
·
Gus Dur
·
KH Sahal Mahfudz
12. Keturunan
Sayyid Abdurrahman Basyaiban melalui Sayyid Sulaiman Mojoagung yang tersebar di
berbagai daerah seperti Magelang, Pekalongan, Jakarta, Yogyakarta, Semarang,
Purworejo, Surabaya, Pasuruan, Bandung,
Banten, Jambi, Mekkah, Jeddah. Di Magelang ini keluarga besar Basyaiban dahulu
dikenal dengan gelar Raden Dhoro Sayyid atau Doro Sayyid. Keturunanya banyak
yang menjadi ulama besar dan berhasil berbaur dengan pribumi. Basyaiban adalah
Fam atau keluarga tertua setelah Azmatkhan Al-Husaini.
13. Habib Husein
bin Abu Bakar Alaydrus Keramat Luar Batang. Beliau adalah salah satu Habaib
gelombang kedua yang datang di Nusantara, merupakan tokoh karismatik pada
masanya.
14. Sayyid Husein bin Abubakar
Alaidrus Kramat Luar Batang Jakarta Utara, sosok ulama karismatik pada masanya.
15.
Sayyid Sholeh bin Husein bin
Alwi bin Yahya (Raden Saleh), Pelukis Terkenal Indonesia
16. Al-Habib
Usman bin Yahya, Mufti Batavia Pada masa penjajahan, berkat
nasihat-nasihat Habib Usman kepada
pemerintah Belanda posisi bangsa Arab pada waktu tidak terlalu banyak
ditekan dan diintimidasi.
17.
Al-Habib Abdurrahman Az-Zahir,
Salah satu pemimpin perang Aceh.
18. Al-Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Al Attas Ulama
Besar Pekalongan. Salah satu ulama karismatik yang banyak menelurkan
ulama-ulama besar pada waktu itu
19. Habib
Abdullah bin Muhsin Al Attas Keramat Empang Bogor Jawa Barat, ulama yang
terkenal akan kelimuwan dan kekeramatannya
20. Habib
Muhammad bin Idrus Al Habsyi, Perintis Pembacaan Maulid Simtudduror yang
pertama di Jawa untuk kemudian diestafetkan di Jakarta kepada Habib Ali
Kwitang.
21.
Habib
Muhammad bin Ahmad Al Muhdor Bondowoso, ulama karismatik.
22.
Habib
Abubakar bin Muhammad Assegaf Gresik, waliyullah besar pada masanya.
23.
Habib Ali bin
Abdurrahman Al Habsyi Kwitang, Maha Guru Ulama Nusantara. Habib Ali merupakan
ulama besar yang memiliki pengikut dan jaringan yang sangat besar,
keberadaannya dihormati berbagai kalangan pada waktu itu.
24.
Habib Alwi
bin Muhammad bin Thohir Al Haddad, salah satu penasehat Bung Karno.
25.
Habib Husein
bin Muhammad bin Thohir Al Haddad, ulama besar
Jombang
26.
Habib Jakfar
bin Sekhan Assegaf Pasuruan, guru besar dan Waliyullah, Guru terdekat dari Mbah
Hamid Pasuruan.
27.
Habib
Ali bin Husein Al Attas Bungur Jakarta,
Rujukan para ulama Jakarta, gurunya para Kyai dan Muallim di Jakarta. Banyak
Ulama Besar pernah berguru pada ulama yang karismatik ini, diantaranya adalah
KH Muallim Syafi’i Hadzami, Habib Ali Assegaf, KH Buya Abdurrahman Nawi.
28. Habib Idrus
bin Salim Al Jufri Palu, Pendiri Pondok Pesantren Al Khairta di Indonesia
Timur.
29.
Habib Abdul
Qodir bin Ahmad Bilfaqih Darul Hadist Malang, Ulama Besar yang alim . Pondok
Pesantrennya banyak melahirkan ulama-ulama besar seperti Habib Syekh Bin Ali Al
Jufri, Habib Saggaf bin Mahdi, Habib Muhammad Quraish Shihab, Prof. Dr. Habib
Abdullah Bil Faqih (Ulama Hadist yang jenius)
30.
Habib
Muhammad bin Husein Alaydrus Surabaya (habib Neon), Ulama Besar Karismatik.
31. Habib Salim
Jindan Jakarta, Ahli Hadist dan orator, keturunannya yang sekarang melanjutkan
adalah Habib Jindan bin Novel dan Habib Ahmad bin Novel.
32.
Habib Sholeh
bin Muhsin Al-Hamid Tanggul Jembel Jawa Timur, Waliyullah dan ulama karismatik.
Pada masanya beliau terkenal dekat dengan Wakil Presiden Adam Malik. Beliau
juga Terkenal akan doanya yang mustajab.
33.
Habib Umar bin Hud Al-Attas
Jakarta. Salah satu ulama Alawiyyin yang cukup berpengaruh di Jakarta dan
beberapa manca negara.
34. Habib
Abdurrahman bin Ahmad Asssegaf Jakarta, salah ulama yang terkenal akan
keilmuwannya, banyak menelurkan ulama-ulama tangguh Jakarta.
35. Habib Anis Al Habsyi Solo,
salah satu ulama Solo yang cukup karismatik yang setiap mauled dihadiri puluhan
ribu jamaah.
36. Prof. Dr. Alhabib Abdullah
Bilfaqih, Ulama Besar Malang, Ahli Hadist Indonesia yang cukup ternama di luar
negeri.
37.
Al Habib
Syekh bin Ali Al Jufri, Ulama Jakarta yang memiliki jaringan yang cukup luas.
38.
Al Habib
Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar, Pimpinan Pondok Pesantren Ciseeng Bogor
yang tidak memungut biaya pendidikan.
39.
Al-Habib Ali bin Abdurrahman
Assegaf, Salah satu ulama Alawiyyin yang cukup menonjol pada masa ini.
40.
Al-Habib Abdurrahman bin
Muhammad bin Ali, Ketua ICI Kwitang.
41.
Syekh
Muhammad bin Ali Basalamah, Khalifah Tariqah Tijaniah dari Jati Barang.
42. KH Sholeh bin
Muhammad Basalamah, Muqaddam Thariqah Tijaniah yang terkenal di Pantura.
43.
Abdullah
Sholeh Al Hadrami, dai
44.
Habib Taufik Assegaf Pasuruan,
Ulama dari Pasuruan.
45.
Habib Syekh bin Abdul Qodir
Assegaf, Pembaca zikir dan sholawat.
46.
Habib Lufti bin Yahya
Pekalongan. Salah satu ulama yang cukup berpengaruh di Jawa saat ini. Pengikutnya
sangat banyak di wilayah Pekalongan dan sekitarnya.
47. Husein Umar Al Hajri, Ketua
Umum Dewan Dakwah Islamiah, ketua
dewan Pakar ICMI, wakil Ketua Syura Partai Bulan Bintang.
48.
Habib Munzir Musawa, Pencetus
Majelis Pemuda di Jakarta.
49.
Habib Ali bin
Hasan Al Bahar MA, da’i.
50.
Habib Hasan Assegaf, Majelis
Nurul Mustofa.
51.
Ustadzah Lutfiah Sungkar, penceramah
di beberapa stasiun TV
52.
Al ustadz Ahmad Al Habsyi, Dai muda ternama.
53.
Syekh Toriq Fikri Al Katiri,
Dai Terkenal.
- Golongan Politikus Pejuang Dan Perintis Kemerdekaan
- Abdurrahman Baswedan, Perintis Kemerdekaan, Pendiri Partai Arab Indonesia (PAI), Anggota Panitia 19 Februari Pembukaan UUD 45 (1945), Anggota BPUPKI, Anggota KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat, Anggota Parlemen RI (1950), Pendiri Kantor Berita Antara, Wartawan, Jurnalis, diplomat, agamawan, negarawan, budayawan, sastrawan dan anggota Partai Masyumi. Tokoh berpengaruh keturunan Arab dan Pejuang Yang disegani yang dikenal sebagai manusia multi talenta. Beliau juga merupakan Pencetus Sumpah Pemuda Keturunan Arab pada tahun 1934 dalam sebuah konfrensi di Semarang. Sampai saat ini Sumpah Pemuda Keturunan Arab adalah satu satunya kelanjutan setelah Sumpah Pemuda tahun 1928.
- Syekh Ahmad bin Abdurrahman Bajened, Presiden Syarikat Dagang Islamiah di Bogor (1909)
- Syekh Ghalib bin Sayid bin Tebe (Syarikat Dagang Islam)
- Syekh Muhammad bin Sayid Bajened.
- Ahmad bin Muhammad Musawa Dari Surabaya, Pendukung Utama Gerakan Pan Islami.
- Alim Al Gadri (Kapiten Arab Pasuruan), Pelopor Aliran Modern dan gerakan Islam
- Hasan bin Smith, aktivis Pendidikan dan Politiik.
- Muhammad Husni Thamrin, Pahlawan Nasional dan Tokoh Betawi, dalam kitab Al fatawi diketahui bahwa nasab sebenarnya dari MH Thamrin berasal dari keluarga Al-Qadri yang berlokasi di wilayah sekitar Masjid Angke.
- Sultan Hamid Al Qadri, pencipta Lambang Garuda Pancasila.
- A.S. Al Attas, Penasehat Ketua PAI (Partai Arab Indonesia), Penandatangan petisi Sutarjo.
- H.M. A. Husein Al Attas Ketua Partai Arab Indonesia.
- Abdullah Bayasut, Politikus PAI (1947 – 1950).
- Husein Bafaqih, Jurnalis, Pejuang PAI, pendiri majalah Aliran Baroe, jurnalis cerdas.
- Barkah Al Ghanis, aktifis PAI yang juga istri AR Baswedan.
- Abdullah Hasan BPH, Wakil keresidenan Solo.
- Said Bahmid, Ketua PAI Maluku tahun 40an.
- Abu Bakar Al Attas (bung Abu), gugur dalam peperangan dengan Jepang.
- Alhadad, gugur bersama adik Prof. Dr. Sumitro Joyohadikusomo dan dimakamkan di TMP.
- Juslam Badres, tokoh pemuda PAI.
- Salim Ar-Rasyidi, tokoh yang memonitoring Belanda dengan Bahasa Arab di RRI Jogya (1947 – 1949).
- Abdul Kadir Assegaf Yang mendampingi Bung Hatta dalam Koferensi Meja Bundar.
- Yahya Alaydrus Yang mendamping Bung Hatta dalam konferensi Meja Bundar.
- Faraj bin Said Awad Martaq, Saudagar Besar dan Pembeli rumah di jalan Pegangsaan Timur No 56, untuk kemudian diserahkan kepada Bung Karno.
- Ali Gathmyr, Perintis Kemerdekaan, Ketua DPR Tingkat I Sumatra Selatan.
- Salim Ali Maskati, Tokoh Perintis Kemerdekaan, tokoh pejuang PAI (Partai Arab Indonesia), merupakan mentor dari AR Baswedan dalam bidang tulis menulis, wartawan Indonesia keturunan Arab pertama. Salah satu karyanya adalah “Indonesia Tumpah Darahku”. Merupakan pelanjut majalah Zaman Baroe.
- Mr. Hamid Al Qadri, Politikus, Tokoh Nasionalis, Perintis Kemerdekaan dan Sejarawan, anggota BPKNIP.
- Ustadz Husein bin Abu Bakar AL Habsyi, Aktivis Masyumi, Pejuang dan Ulama dari Surabaya.
- Abdullah bin Husein Alaidrus, ketua Jamiatul Khoir Yang selalu ikut rapat-rapat Syarikat Islam.
- Abdullah Salim Basalamah, ketua DPR DKI (1955 – 1956.)
- Saleh Sungkar, Ketua DPR Lombok (1955 – 1965).
- Husein Muthahar, Pencipta Lagu Lagu perjuangan.
- Said Bahresy, perintis kemerdekaan, jurnalis dan anggota PNI.
- Ahmad Bahmid dari NU, Anggota DPR tahun 1950.
- Abu Bakar bin Harun dari Surabaya, Mahasiwa HAS (Hollanddsc Arabische Shool) dan Aktivis PAI.
- Abdullah Bahasuwan, Mahasiwa HAS (Hollanddsc Arabische Shool) dan Aktivis PAI.
- Zein Bin Yahya, pengurus, Pengurus Besar PAI dan Mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum Jakarta Rechtshogeschool) tahun 1937.
- Anwar Makarim, Staf Redaktur Majalah Insyaf, Pengurus Partai PAI dan Mahasiwa Sekolah Tinggi Hukum Jakarta (Rechtshogeschool) tahun 1937.
- Mahdar bin Syekh Abu bakar, Komite Politik Kalangan Arab, respon terhadap perjanjian ‘renville”
- Hud Alaydrus, Komite Politik Kalangan Arab, respon terhadap perjanjian ‘renville”
- Saleh Abdul Aziz, Komite Politik Kalangan Arab, respon terhadap perjanjian ‘renville”
- Golongan Pembaharu Islam
- Syekh Ahmad Surkati, sekalipun beliau berasal dari Sudan tapi nasabnya berasal dari sahabat Anshor di Madinah.
- Al-Habib Abdullah bin Alwi Al Attas, Pemuka Gerakan Pan Islamisme, pernah mengirim 4 orang putranya ke Sekolah Tinggi Turki, Wafat 1928.
- Golongan Politikus Era Tahun 90an hingga sekarang
- Nurhayati Assegaf, politikus senior Partai Demokrat.
- Jakfar Bajeber, tokoh politik PPP & PBR, pimpinan DPRD
- Zain Bajeber, tokoh PPP dari Sulawesi Utara.
- Muhsin Bafadal, anggota DPR pusat dari PPP.
- Nabil Musawa, Anggota DPR PKS.
- Agus Abu Bakar Al Habsyi dari Partai Demokrat
- Habib Mahdi bin Abdurrahman Al Attas, Ketua Bidang Agama DPP Partai Gerindra.
- Said Abdullah bin Abdullah Syekhan Baqraf dari PDIP, Anggota DPR RI, Politisi Senior dan berpengalaman dari Sumenep Madura.
- Sayuti Asy-Syatri, Dulu pernah aktif di PAN dan kemudian di PDK.
- Abu Bakar Al Habsyi, PKS Komsisi III
- Isa Mahdi Al Habsyi, DPRD Jember.
- Ahmad Husein Alaydrus, Partai Demokrat.
- Golongan Pendidik, Akedemisi, Cendikiawan
- Awal Syahbal, Pendiri HAS (Holland Arabe School), 1930 – 1940, Penganjur Pendidikan Modern.
- Abdul Kadir Assegaf, Penganjur Pendidikan Modern.
- Abdullah Bahasuwan, pendiri Holland Arabiche School (1940).
- Abu Bakar Shihab, Penganjur Pendidikan Modern.
- Prof. Dr. Achmad Bachmid, Guru Besar Dalam Bidang Sastra dan Kebudayaan Arab UIN Syahid.
- Prof. Dr. Ir. Anis Saggaf, Rektor Unersitas Sriwijaya Palembang 2015 – 2019.
- Prof. Dr. Ir. Muhammad Idrus Al Hamid, Guru Besar Fakultas Tehnik Universitas Indonesia
- Prof. Dr. Umar Shihab, Ulama (MUI).
- Prof. Dr. Abdullah Al Kaf, Guru Besar UIN Syahid.
- Dr. Umar Al Haddad MA, Dosen Fakultas Syariah UIN Syahid dan Pendiri QLC (Qur’an Learning Center yang berada di Jalan Buncit Raya No 18 E Jakarta Selatan.
- Dr. Khalid Al Kaf, Pengajar QLC dan Dosen Fakultas Adab UIN Syahid.
- Dr. Idrus Al Kaf MA, Ketua Program Studi Jurusan Kebudayaaan UIN Raden Fattah Palembang.
- Dr. Abdul Qodir Al Habsyi. Dosen dan Da’i
- Ismail Fajri Al Attas, intelektual Muda
- Prof. Dr. Muhammad bin Hasan Baharun, merupakan Rektor Universitas Nasional Pasim, Ahli Pendidikan, jurnalis, pejuang Aswaja.
- Prof.Dr. Syekh Muhammad Naquib Al Attas, Cucu Habib Empang Bogor.
- Habib Hasan Baharun, Ensiklopedia Islam Berjalan Dari Gresik.
- Dr. Syekhan Shahab, Pendiri Universitas Islam Azzahra Kampung Melayu Jakarta Selatan,
- Golongan Pemerintahan
- Prof. Dr. Fuad Hasan, Menteri Pendidikan zaman zaman Pak Harto.
- Ali Al Attas, Menteri Luar Negeri Zaman Pak Harto.
- Dr. Fuad Bawazir, Menteri Keuangan Zaman Pak Harto.
- Dr. Alwi Shihab, Menteri Luar Negeri Gus Dur.
- Prof. Dr. Quraish Shihab, Menteri Agama dan Ahli Tafsir Indonesia, Menteri Agama
- Prof. Dr. Said Agil Husein Al Munawar, Menteri Agama Zaman Pak Harto.
- Mar’i Muhammad, Menteri Zaman Pak Harto.
- Nabil Makarim, Menteri Lingkungan Hidup.
- Dr. Salim Segaf Al Jufri, Menteri Sosial.
- Fadel Muhammad Al Hadar, Menteri Kelautan, Gubernur Gorontalo dan Politikus Partai Golkar.
- Dr. Anis Baswedan, Menteri Pendidikan.
- Prof. Dr. Muhammad Al Hamid, ketua Bawaslu.
- Abdul Qodir Basalamah, Dirjen Haji.
- Hamid Al Hadi, Diplomat Senior Deplu.
- M. Alaydrus, Duta Besar Tunisia.
- Saleh Afif, Menteri Perindustrian Era Pak Harto
- Lutfi Hamid Syekbubakar, Komisaris PLN, “Profesor” Olahraga Bulu Tangkis
- Dr. H. M. Basyir Ahmad Syawie , Walikota Pekalongan.
- Said Assagaf, Gubernur Maluku.
- Golongan Sejarawan & Budayawan
- Sayyid Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaf, merupakan Pejuang, Reformer Pendidikan, Ahli Nasab, dan Sejarawan Alawiyyin yang menulis kitab Khidmatul Asyirah (kitab ringkasan sejarah nasab Bani Ba’alawi yang bersumber dari Kitab Syamsu Zahirah), beliau juga menulis tentang Sejarah Banten dan tentang konsep-konsep pendidikan.
- Sayyid Muhammad bin Hasyim, merupakan seorang Satrawan, Penyair, editor majalah Al Bashir, majalah berbahasa Arab pertama di Hindia Belanda dan Hadramaut Courant.
- Des Alwi, Sejarawan Indonesia dari Banda Naira, Anak Angkat Bung Hatta.
- Prof. Dr. Yasmin Shahab, Budayawan dan Sejarawan Jakarta.
- H.M.H. Alhamid Al Husaini, Ulama, Sejarawan Islam dan Ahlul Bait Indonesia.
- Dr.Haji A. Majid Hasan Bahafdullah, sejarawan dan Ahli Hadramaut.
- Dr. Hilmi Bakar Al Mascaty, Sejarawan Aceh.
- Abdul Qodir Maula Dawilah, Sejarawan Alawiyin
- Muhammad Al Baqir, Sejarawan Alawiyyin dan peneliti Ahlul Bait.
- Dr. Idrus Al Mashyur, Sejarawan dan Ahli Nasab Rabithah Alawiyah, Lembaga yang mendata dan mensensus keturunan Alawiyyin yang ada di Indonesia.
- Golongan Olahragawan
- Muhammad Zein Al Haddad, Pelatih Sepak Bola Persebaya.
- Shehan Saleh Al Habsyi, Pelatih kawakan Karate (Guru Besar Lemkari) Pemegang DAN V.
- Helmi Sungkar, Pembalap Mobil.
- Rifat Sungkar, Pembalap mobil.
- Sutan Harhara, pesepakbola legendaries.
- Aun Harhara, Pesepakbola
- Salim Alaydrus, pesepakbola
- Rossy Syekhbubakar, Atlet Tenis Meja Nasional
- Irfan Bachdim, pesepakbola
- Rudi Bahalwan, pesepakbola.
- Haidar Al Junaid, Atlet Futsal Nasional.
- Mahdi Fahri Al Bar, Pesepakbola
- Jamal Attamimi salah satu tokoh sepakbola Indonesia.
- Golongan Seniman Dan Pelaku Sineas
- Syekh bin Abdullah Al Bar, pemain gambus legendaries pada tahun 1920 – 1930an, pernah dikagumi oleh pers Libanon dan dijuluki pemusik gambus terbaik di Timur Tengah, merupakan ayah dari Ahmad Al Bar Vokali Grup Rock Legendaris, God Bless.
- Sa’diah Al Bar, Seniman wanita Jakarta era tahun 1950an.
- Alwi.A.S (Alwi Alaidrus), Aktor Senior (pemeran Pak Lurah dalam film Masa Depan di TVRI).
- Alwi Oslan (Alwi Al habsyi),Aktor senior tahun 60 dan 70an.
- Ahmad Al Bar (Iyek), Vokali Grup Musik Legendaris God Bless
- Muhsin Al Attas, Penyanyi.
- Fahmi Shahab Penyanyi.
- Syekh Abidin Al Jufri, Drumer Band Rock Legendaris AKA dari Surabaya
- Amak Baljoun, Aktor watak
- AN Alcaff/Alkaf, Aktor watak
- Bing Slamet/Ahmad Syekh Al Bar, Pelawak Legendaris.
- Alwi Shahab, Sejarawan Jakarta
- Ali Shahab, Sutradara.
- Mubarellah Ali Sungkar (Mark Sungkar), Aktor.
- Amang Rahman Zubair, kritikus Sastra dan pelukis sufistik.
- Omar Olly Alaudrus,
- Fauzi Baadila, Artis.
- Hadad Alwi, Penyanyi religi.
- Husein Bawafie, Penyanyi dan pencipta lagi Melayu.
- Fuad Hassan, Drumer Terbaik pada masanya, anggota Grup Musik God Bless
- Rama Aiphama (Hasan Alaidrus), penyanyi.
- Fuad Baraja, Aktor, Aktifis anti rokok.
- Munif Bahasuan, Pencipta dan penyanyi legendaries musik melayu
- Muhammad Masyhabi, Pencipta lagu melayu
- Said Effendi/Said Arrasyidi, Penyanyi Legendaris & pencipta lagu melayu terkenal.
- Umar Fauzi Aseran, Pendiri Orkes Melayu Modern
- Said Kelana Bawazir, Musikus Jazz.
- Hamdan At Tamimi, Penyanyi Dangdut.
- Risyad Karim, Aktor Senior
- Ali Zaenal Abidin Shahab, Aktor.
- Sakdiah Ma’ruf, Komedian Stand Up Comedy
- Iskandar Wijaya Hadar, Pemain Biola Internasional.
- Fuad Al Khar, Pemeran Pertama Wan Abud.
- Hussein Al Attas, Runer Up Indonesian Idol 2015.
- Saleh Husein Bawa, gitaris White Shoes And The Couples Company dan juga seniman.
- Alex Abdullah Abbad, VJ MTV dan Comedian Stand Up Comedi.
- Fatima Vanesa Al Habsyi, Model Majalah Go Girl.
- Naila Alatas, model.
- Nabila Syakib, Artis
- Ali Syakib, Aktor
- Opet Al Attas, mantan Drumer Gigi.
- Awab Adam Jordan, Aktor.
- Saleh Ali Bawazir, pemeran sitkom Bajay Bajuri.
- Ibrahim Al Katiri (Baim), Artis Cilik
- Golongan Aktifis dan Pergerakan
- Munir Said Thalib, Pejuang HAM Indonesia (tewas diracun).
- Muhammad Ikbal Assegaf (Ketua PB Anshor 1995 – 1999).
- Said Fahrul Barakbah, tokoh kiri Kaltim era tahun 60an.
- Ivan Abu Bakar Hadar, Pejuang Kemanusiaan dan peradaban, aktivis Mahasiswa, tokoh Maluku Utara, Mantan Wartawan Jakarta Post Dan Media IndonesIA, Sosiolog.
- Wanda Hamidah Syekbubakar, Politikus PAN, aktifis 98.
- Itje Khadijah, Aktivis dan Praktisi Pendidikan Nasional dan International.
- Annas Alamudi, Aktivis 98,
- Abdullah Al Jufri, Pegiat LSM.
- Hamid Basyaib – Aktifis JIL (Jaringan Islam Liberal).
- Thaha Al Hamid, tokoh Papua (Sekjen OPM).
- Awab bin Muhammad Nahdi, tokoh pemuda pendobrak kultur di Kalibata.
- Faisal Assegaf, Progres 98.
- Golongan Penulis, Sastrawan. ilmuwan & Peneliti
- Muhammad Balfas, Sastrawan Angkatan 45.
- Salim Bahresyi, penulis dan penerjemah kitab-kitab agama.
- Agus Rahmad Sarjono/Faisal Baisya, penyair dan penulis.
- Agil Abdullah Al Batati, penulis
- Zeffry Al Katiri, Sejarawan dan penulis
- Mansyur Al Katiri, penulis artikel pada beberapa media besar.
- Dr. Haidar Baqir (pemilik Mizan).
- Hasan Bahanan, pengamat masalah keturunan Arab.
- Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis Shahab M.Met, Rektor UI Tahun 2014 - 2019
- Dr. Muhammad Yusuf Alamudi, peneliti dari Universitas Airlangga.
- Dr. Taufik Bawazir, Doktor Ilmu Politik UI.
- Profesor Zaki Baridwan, Dosen Senior Unibraw Malang.
- Dr. Ir. Muhammad Faidz Syuaib, Dari Program Recognition and Mentoring Institut Pertanian Bogor (RAMP-IPB).
- Dr. Anwar Alaydrus, MM. Dosen Ilmu Sosial Politik Universitas Mulawarman Samarinda.
- Nabil A. Karim Hazaye’, penulis dan penyusun biografi tokoh Abdurrahman Baswedan.
- Taufik Alwi Syekhbubakar, ketua STIKOM CKI/Sesprp Pascasarjana IMNI Jakarta.
- Dr. Muhsin Labib. Dosen UIN dan Penulis di Blog.
- Ben Shohib/Ali Shahab, penulis novel The Da Peci Code.
- Dr. Muhammad Muchdor Al Hamid, Cendikiawan Muslim dari Makassar.
- Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, penulis produktif Sejarah, Agama.
- Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf, penulis muda Produktif.
- Smith Al Haddar, Penasehat Ismes, Staf Ali Institute For Democrazy Education (IDE), pengamat Timur Tengah.
- Syadiq Badri Assegaf, Konsultan Komunikasi Bidang Pengembangan Cabang Perhumas.
- Golongan Penggiat Ormas, Organisasi & Lembaga Keagamaan, Ormas Umum/Pelajar/Mahasiswa/Alumni, & Yasayan
- Al Habib Zein bin Smith, Ketua Rabithah Alawiyah, Lembaga Yang mensensus data-data keturunan Alawiyyin yang ada di Indonesia dan sekitarnya.
- Habib Riziq Shihab, Ketua Front Pembela Islam.
- Geys Ammar Ketua Umum Al Irsyad
- KH Abdullah Jaidi, Ketua Umum Al Irsyad 2006 - 2011
- Husein Al Habsyi, Pendiri Ikhwanul Muslimin Indonesia
- Abdullah Baraja, Pendiri Pesantren Al Mu’min.
- Yahya Assegaf, Pembina Forum Silaturahmi Hadrami Indonesia.
- Muhammad Ridwan bin Abdurrahman Al Jufri, Ketua Umum Forum Alumni Al Azhar Cairo.
- Yusuf Usman Baisya, Pendiri Yayasan As-Sunnah Cirebon Jawa Barat.
- Salim Bajrei, pemimpin Yayasan As-Sunnah Cirebon Jawa Barat.
- Yayasan Ulil Albab di Lampung, Sukabumi dan Bogor yang diketuai Yazid Jawaz.
- Hasyim bin Salim Al-Hilabi, Anggota Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Provinsi DKI Jakarta.
- Al Ustadz Abdurrahman Abubakar Bahmid LC, Ketua MUI Gorontalo.
- Dr. Khalid Basalamah Lc, MA, dari Divisi Fatwa dan Pengkajian MUI Jakarta.
- Dr. HS Aqil Al Attas, Ketua Yayasan Pendidikan Jamiatul Ittihad Wa Muawwana, Makasar.
- Dr. Muhsin Bin Ahmad Al Attas, Penasehat MUI Depok, Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama Depok, Presiden Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 (Laki P 45), Sekjen FPI.
- Buya Abubakar bin Zein Al Habsyi, Ketua Annas Jakarta,
- Syarif Jakfar Baraja, Yayasan Muallaf Center.
- KH Abdul Karim Makarim, Ketua MUI Kupang NTB
- KH Hasan Makarim, Rohaniawan Penjara Nusakambangan, Ketua MUI Cilacap, penyebar Islam di Nusakambangan.
- Habib Muhammad bin Ahmad Al Attas, Yayasan Darul Mustofa, bergerak dibidang sosial, pendidikan dan keagamaan
- Jakfar Umar Thalib, Pendiri Laskar Ahlussunnah Wal Jama’ah.
- Abdullah Sungkar, Pendiri Jamaah Islamiah.
- Abu Bakar Baasyir, pendiri Jamaah Islamiah.
- Hisyam Bawazir/Umar Patek, tokoh militant.
- Golongan Penggiat Hukum
1.
Nono Anwar Makarim, Ahli hukum,
pengacara. Bekas Pemimpin Redaksi Harian
KAMI
2.
Muhammad Assegaf SH, pengacara
Senior.
3.
Malik Bawazir, Ahli hukum,
pengacara.
- Golongan Kreativitas & Usahawan
1.
Maher Al
Gadri, Pengusaha Pendiri Perusahaan Kodel
2.
Gamal Al Binsaid, pencetus bank
sampah di Malang)
3.
Nadim Makarim, Pendiri GO JEK
4.
Thohir Al Qadri, Pengusaha
5.
Ir. Ahmad Al Ganis, Pengusaha.
6.
Soleh
Jamalullail,
7.
Fathy F Bahanan,
mahasiswa FTP Unibraw yang menemukan beras tiruan
O.
Golongan Militer & Polisi
- Zaki Anwar Makarim (Mayor Jenderal AD), Ketua BIAS.
- Prof. Dr. Irjen. Muhammad Faruk, Gubernur PTIK.
- Golongan Praktisi dan Penggiat Kesehatan
- Prof.Dr. Husein Al Attas, Sp.A, praktek Pribadi dn Praktek di RSIA Evasari dan di Cempaka Putih, Guru Besar tetap yang mengajar di FKUI.
- Prof. Dr. dr Idrus Alwi Shahab SpPD KKV FECS FACC, meraih spesialisasi di bidang kardiovaskular. Beliau anak Ibu Nafisah Ahmad Zen Shahab dan Alwi Idrus Shahab dari Palembang yang terkenal karena 10 anaknya jadi Dokter, Luar Biasa !!!
- Drg. Farida Alwi menekuni bidang spesialisasi gigi, (Adik dari Prof Idrus Alwi Shahab dari Palembang).
- dr. Shahabiyah MMR menjadi Dirut RSU Islam Harapan Anda di Tegal, (Adik dari Prof. Idrus Alwi Shahab dari Palembang).
- dr Muhammad Syafiq SpPD, spesialis penyakit dalam; (Adik dari Prof Idrus Alwi Shahab dari Palembang).
- dr. Suraiyah SpA (spesialisasi anak); (Adik dari Prof Idrus Alwi Shahab dari Palembang).
- dr. Nouval Shahab SpU, spesialis urologi dan sedang menempuh pendidikan untuk gelar PhD di Jepang, (Adik dari Prof Idrus Alwi Shahab dari Palembang).
- dr. Isa An Nagib SpOT mengambil bidang spesialisasi ortopedi, (Adik dari Prof Idrus Alwi Shahab dari Palembang).
- dr. Fatinah yang menjabat wakil direktur RS Ibu dan Anak Permata Hati Balikpapan, (Adik dari Prof Idrus Alwi Shahab dari Palembang).
- dr. Zen Firhan, dokter umum di Balai Pengobatan Depok Medical Service dan Sawangan Medical Center (Adik dari Prof Idrus Alwi Shahab dari Palembang)
- dr. Nur Dalilah, dokter umum di RS Permata Cibubur, (Adik dari Prof Idrus Alwi Shahab dari Palembang).
- Dr. Muhammad Ali Toha Assegaf, Praktisi Kedokteran Ala Nabi, Pendiri Rumah Sehat Afiat.
- dr. Haidar Abdullah Bawazir Sp.PD, Ahli penyakit dalam yang juga aktivis dakwah, praktek di RS QADR Tangerang Banten.
- Dr. Fachmi Shahab, Dokter senior yang praktek di Jalan Kebun Kacang IV Tanah Abang Jakarta.
- Dr. Muhammad Hadad, Dokter Spesialis anak angkatan 66, tinggal di Jalan Bangka Jakarta Selatan.
- Dr. Hasan Shahab, S.PM, Dokter Spesialis Mata dari Rumah Sakit Permata Cibubur Jakart Timur.
- Dr. M.K. Shahab, Spesialis Mata dan merupakan Dokter Senior, praktek di Jalan Dewi Sartika No 115 Cawang Jakarta Timur.
- Dr. Mustafa Kamil Shahab, Oftalmologi dari Rumah Sakit Sukanto Kramat Jati Jakarta Timur, beliau adalah orang tua dari artiz Zee Zee Shahab.
- Dr. Abdullah Segaf Al Haddad, Dokter Umum di Surabaya Alumni Airlangga.
- dr. Hasan Ali Al Habsyi, Dokter Umum dari Lulusan Trisakti
- dr. Muhammad Al Habsyi, dari Malaria Center, Halmahera
- Dr. Faris Basalamah Sp.JP, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Mitra Keluarga Bekasi.
- Dr. Abdullah Basalamah, Sp.OG, dokter kandungan RS Hermina Bekasi
- dr. Sarah Al Attas, Sp OG, Dokter Spesialis Obstetri Genekologi Rumah Sakit Bunda Aliyah Jakarta.
- dr. Rizal Alaydrus, Pakar Support Nutrisi, Pemenang L Men Year 2012, pemain film garuda superhero
- dr. Ali Alattas, merupakan dokter muda yang inspiratif, sekarang kuliah menjalani program KOAS di RSUP Fatmawati.
- dr. Hisyam Attamimi, Ahli Jantung dan Pembuluh Darah dari RSU Kraton, Pekalongan.
- dr. Abbas Thalib, dokter dari Pasuruan (Mertua DR. Hidayat Nurwahid)
- dr. Diana Abbas Thalib, dokter dan direktur RS Ibu dan Anak Bunda Aliyah Pondok Indah Jakarta (Istri Mantan Ketua MPR, Hidayat Nurwahid).
- dr. Fatima Safira Al Attas, Ph.D, S.PA, Dosen FK UI, Sistem Informasi Lab Riset dan Pengabdian Masyarakat.
- Dr Jasmin Thalib, Sp. KK, dokter spesialis kulit kelamin, Sidoarjo, Surabaya.
- Dr. dr. Lucky Aziza Bawazir, Sp.DD – KGH, Staf Divisi Ginjal Hipertensi, FKUI – RSCM.
- Dr. Fauzi Ahmad Al Katiri, praktek di Gedung Bidakara Medical Lantai Dasar.
- Dr. dr. Ali Sungkar Sp.OG, Dosen UI dan dokter Kandungan RS Pondok Indah.
- Dr. Harun Al Bar Sp.A, dokter RS Medika Permata HIjau Jakarta Selatan.
- dr. Muhammad fahrizal Al Hamid, dokter umum di Pekanbaru Riau.
- dr. Idrus Al Jufri, dokter di jalan condet raya Jakarta Timur.
- dr. Farida Al Hasni, general Praktioner, Manado.
- dr. Muhammad bin Sholeh bin Salim bin Abdurrahman Al Jufri, penulis buku HIjamah Dilihat Dari Segi Sains dan Kedokteran Modern.
- dr. Saleh Al Jufri
- dr. Soraya Al Jufri, SPOG
- dr. Munira Al Jufri
- dr. Afaf Aqil Munawar, Spesialis Kulit Kelamin.
- Golongan Wartawan, Jurnalis Dan Pertelevisian
- Harun Musawa, Wartawan Senior Majalah Tempo, Pendiri Majalah Al Kisah.
- Prof.Dr. Salim Said, Wartawan Senior dan Pengamat Militer.
- Fikri Al Jufri, Wapemred Tempo.
- Jakfar Assegaf, wartawan Senior.
- Safira Bawazir, presenter Stasiun TV NET.
- Najwa Shihab, presenter Metro TV.
- Rahma Sarita Al Jufri, Presenter Nasional
- Fessy Alwi Assegaf, Presenter Metro TV
- Ziza Hamzah, Presenter
- Golongan Penerjemah
- Ali Audah (bin Salim), Penerjemah tangguh buku-buku bahasa Arab, Sastrawan yang dikagumi, Legenda yang cukup mendapat apresiasi para penulis dan penyair kawakan di negeri ini. Tahun 1961-1978 Ali Audah mengajar agama Islam di Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ). Selanjutnya, ia menjadi ketua Himpunan Penerjemah Indonesia dan menjadi Dewan Redaksi majalah Horison, serta menjadi dosen Humaniora di Institut Pertanian Bogor (IPB).
- Husein Shahab, penerjemah bahasa Ingris yang sering mendampingi Syekh Hisyam Kabbani, diakui cara penterjemahannya sekalipun materi yang diberikan Syekh Hisyam mencakup materi yang sulit.
- Abdullah Sholeh Ali Al Hadrami, penerjemah Imam Besar Masjidil Haram Mekkah, Syaikh Abdur Rahman As-Sudais dan Imam Besar Masjid Nabawi Madinah, Syaikh Shalah Al-Budair ketika kunjungan resmi kenegaraan di Malang Jawa Timur, beliau juga banyak menyandang berbagai jabatan.
- Husein Muhammad BSA, Penerjemah Arab Inggris, Condet Raya Jakarta Timur.
- Orang-orang yang kami “indikasikan” memiliki tautan darah Arab
- Prof.Dr. Husein Haikal MA, Guru Besar UNY Jogya, Rektor Universitas Pekalongan 2004 – 2009 (masih dalam pendalaman, dikarenakan bio data belum secara terbuka menyatakan dirinya keturunan Arab). Muhammad Husein Haikal, Jurnalis Tangguh dari Harian Bisnis Indonesia, anak dari Prof. Dr. Husein Haikal MA (masih dalam pendalaman)
- KH Ali Yafie, (bila melihat nama terakhir beliau, itu adalah salah satu Bani yang ada di Hadramaut Yaman). Kakek beliau juga terkenal sebagai ulama besar Di Masjidil Haram, kami berharap ada informasi mengenai nasab beliau ini.
- Camelia Malik (ibunya bernama Farida Al Hasni dari Keturunan Sayyidina Al Hasan)
- Abdurrahman Saleh Jaksa Agung. (kami masih belum mendapati fam yang melekat pada beliau), namun banyak yang mengatakan jika beliau adalah keturunan Arab
- Marsekal Saleh Basarah (Basyahroh?), Mantan KSAU (Kepala Staf Angkatan Udara), masih dalam penelitian dan kami belum berani mencantumkan dikarenakan minimnya informasi tentang ayah atau kakek beliau ini.
- Dr. Lula Kamal, (ibunya dari Klan Bawazir), Artis dan dokter.
- Eza Yayang (pemeran Rozak dalam sinetron Tukang Ojek), ibunya dari Klan Assegaf.
- Viergiawan Listanto (Iwan Fals), ibunya berdarah Arab bermarga Abdat, bahkan pada waktu kecil Iwan Fals pernah tinggal di Jeddah mengikuti salah satu saudara orangtuanya yang tidak punya anak.
Adanya
fakta keberadaan tokoh-tokoh keturunan
diatas yang sebagian besar sudah kami pelajari biografinya ini jelas
menunjukkan jika tuduhan yang selama ini dilontarkan oleh mereka yang fobia
terhadap Arab adalah salah kaprah dan terlalu prematur. Jelas tuduhan mereka
yang fobia Arab itu terlalu dipaksakan dan terkesan bertujuan untuk menjatuhkan
orang Arab melalui pembunuhan karakter. Arab yang ada di Indonesia, adalah Arab
yang sudah nasionalis atau sudah berjiwa Indonesia. Kalau ada orang Arab di Indonesia berperilaku
exktrim, itu bukanlah gambaran umum orang Arab Indonesia. Justru bila ada orang
Arab yang berperilaku extrim, Sebagian besar orang Arab lainnya merasa gelisah
dan khawatir mereka terkena imbanya. Jangan dikira mereka yang sebagian besar
itu tidak galau jika mendengar ada sebagian kecil orang Arab yang bertindak
extrim.
Fakta deretan tokoh orang Arab
yang kami ungkap yang berasal dari berbagai bidang dan latar belakang ini
agar mereka yang fobia Arab bisa melihat dengan jelas siapa sesungguhnya orang
Arab yang ada di Indonesia itu. Kami sengaja menulis semua tokoh, mulai yang
dari konservatif, moderat,
kontroversi sampai yang extrim, mulai yang mempunyai pemahaman “kiri” sampai “kanan” mulai dari tokoh agama sampai tokoh sekuler, semua
kami tulis dengan sangat terbuka. Hitunglah berapa banyak yang orang Arab yang
extrim atau mempunyai pemahaman “anti
mainstream”, hitung pula berapa banyak orang Arab keturunan
sudah yang berjasa pada bangsa ini, hitung pula berapa banyak kiprah
mereka yang ada di berbagai bidang dibanding dengan orang-orang Arab yang katanya
“bermasalah”. Jumlah diatas yang kami tulis ini
belumlah seberapa dan belum mewakili orang-orang Arab yang sukses dan menjadi
tokoh-tokoh di negeri ini, masih
banyak lagi sebenarnya mereka itu, hanya karena keterbatasan waktu kami saja
yang belum sempat mendata mereka..
Ingatlah dulu betapa orang Arab
juga punya sikap nasionalis yang tinggi disaat negeri ini dijajah oleh Belanda,
mereka punya sumpah yang bernama Sumpah Pemuda Keturunan Arab yang dicetuskan di Semarang Tanggal 3 – 4 Oktober
1934 yang berbunyi :
- Tanah Air Peranakan Arab adalah Indonesia (sebelumnya, mereka merasa bertanah air Yaman, negara asal mereka).
- Karenanya , mereka harus meninggalkan kehidupan menyendiri (isolasi).
- Memenuhi kewajiban terhadap tanah air dan bangsa Indonesia.
Satu hal yang disepakati oleh
Bangsa Hadrami tersebut bahwa identitas mereka merujuk kepada tanah air, juga
telah membedakan mereka dari masyarakat Asia Tenggara lainnya. Studi studi mengenai usaha bangsa Vietnam, Birma
dan Melayu untuk menegaskan kembali Identitas mereka selama periode diatas
tersebut menunjukkan bahwa “ras” atau masyarakat menjadi dasar yang penting
untuk menyatakan batas-batas identitas. Proses yang sama terjadi pada
masyarakat Indonesia pribumi.
Secara Keseluruhan masyarakat Arab
Hadramaut pasca perang dunia ke II mengakui bahwa mereka adalah bangsa
Indonesia dengan percepatan yang luar biasa. Hamid Al Qadri menyatakan bahwa
penggabungan bangsa Arab Hadramaut ke dalam negara Indonesia modern hanya
merupakan keberlanjutan proses asimilasi yang berjalan lama, yang secara
singkat terpecah karena gangguan
penguasa colonial Belanda dan pelaksanaan kebijakan seperti
Passenstelsel dan Wijkenstelsel. Pola ini menganggap dengan sangat remeh ruang
kompleksitas perubahan social dari idiologis yang terjadi pada bangsa Indonesia
sejak awal abad keduapuluh. Tokoh-tokoh kebangkitan mereka meletakkan
prinsip-prinsip untuk melakukan “Indonesianisasi” Kaum Arab Hadramaut pasca
Arab. Keinginan mereka untuk berubah sehubungan dengan keadaan lingkungan yang
berubah, kemampuan mereka untuk memperkirakan sejumlah jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan pokok mengenai siapakah mereka dan termasuk bangsa apakah
mereka, dan sensitivitas mereka terhadap perubahan idiologis dalam
masyarakatnya dengan batas-batas yang dimilikinya sehingga mereka menemukan
jati dirinya, merupakan gambaran tradisi intelektual yang hidup dan ini
menjelakan mudahnya mereka menyesuaikan diri dalam zaman yang diwariskan dan
dilestarikan oleh bangsa Arab Hadramaut Indonesia generasi paska kemerdekaan..
Wallahu A’lam
Bisshowwab...
Sumber: http://ikrafaalfattah.blogspot.co.id/2016/02/tokoh-tokoh-terkenal-dalam-perjalanan.html
Langganan:
Postingan (Atom)